[Tugas B.Indo] Cerita Rakyat - Putri Rieza Chaniago

28/11/13

PANGERAN BIAWAK
Cerita Rakyat Kalimantan Selatan

Dahulu di pedalaman Kalimatan Selatan ada sebuah kerajaan. Rakyat kerajaan itu hidup dengan kemakmuran yang melimpah, tenang , tentram, dan damai karena kerajaan itu di perintahkan oleh seorang raja yang adil dan bijaksana.

[Tugas B.Indo] Cerita Rakyat - Firyal Safiqah

26/11/13

KISAH MALIN KUNDANG
Cerita Rakyat Padang

Pada zaman dahulu hiduplah seorang janda yang bernama Mande Rubayah.Mande Rubayah mempunyai seorang putra bernama Malin Kundang.Mereka tinggal di perkampungan Pantai Air Manis, Padang – Sumatera Barat. Kondisi perekonomian mereka kian memburuk setelah sang suami pergi berlayar dan tidak pernah kembali lagi. Mande Rubayah terpaksa harus membesarkan Malin Kundang dengan keringat sendiri. Malin Kundang sangat disayang oleh ibunya, dia termasuk anak yang cerdas  tapi sedikit nakal. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.

[Tugas B.Indo] Cerita Rakyat - Raden Siti S

Malin Kundang
Cerita Rakyat Padang

Pada suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keuangan keluarga memprihatinkan, sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas.

[Tugas B.Indo] Cerita Rakyat - Shandra S Pertiwi

25/11/13

LEUNGLI
Cerita Rakyat Jawa Barat
Pada suatu masa, hiduplah tiga orang kakak beradik yatim piatu. Mereka adalah gadis-gadis yang menjadi kembang desa yang dikenal karena kecantikannya. Ketiga kakak beradik itu tinggal di sebuah gubuk sederhana dan bekerja sebagai penumbuk padi. Mereka mendapatkan upah beras segelas jika berhasil menumbuk padi seikat. Sejak ditinggal oleh kedua orangtuanya, mereka selalu berusaha hidup sederhana.

[Tugas B.Indo] Cerita Rakyat - Anjaning Tyas S

Si Bungsu
Cerita Rakyat Lampung

Alkisah, di sebuah perkampungan di daerah Lampung, Indonesia, hiduplah sepasang suami-istri bersama dengan tujuh putrinya. Untuk menghidupi keluarganya, sang Ayah mencari kayu bakar di hutan dan menjualnya ke pasar. Namun, hasil yang diperoleh tidak cukup untuk mereka makan bersama. Mereka tidak pernah makan sampai kenyang. Agar bisa makan kenyang tanpa diganggu oleh anak-anaknya, sang Ayah dan sang Ibu sering menyisihkan makanan untuk mereka makan pada malam harinya, di saat ketujuh putrinya sedang tertidur lelap.